Aplikasi dengan Menggunakan Wireless

Perkembangan zaman menuntut manusia untuk meningkatkan kreatifitas mereka untuk memenuhi kebutuhannya terutama di bidang teknologi. Meningkatnya mobilitas pengguna teknologi menarik minat para seniman IT untuk menciptakan peralatan yang portable (bisa dibawa kemana saja). Adanya teknologi wireless/nirkabel (tanpa kabel) memudahkan para pengguna teknologi dalam memenuhi kebutuhan dan aktivitas mereka. Banyak perusahaan yang bergerak di bidang teknologi berlomba-lomba bersaing untuk menciptakan peralatan yang menggunakan aplikasi wireless. Nah, pada kesempatan kali ini, saya ingin menjelaskan beberapa aplikasi yang menggunakan wireless yang saya baca dari beberapa artikel. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

Pertama-tama saya ingin menjelaskan beberapa jenis teknologi koneksi data nirkabel yang cukup banyak digunakan saat ini.
  • WiFi 802.11g: merupakan spektrum dasar yang paling banyak digunakan untuk menangani permasalahan seputar konektivitas saat ini, teknologi ini mampu melakukan transfer data hingga kecepatan maksimal 54 mbps, atau sekitar 6.75 MBps.
  • WiFi 802.11n: merupakan teknologi WiFi yang paling cepat, karena mampu menangani transfer data hingga kecepatan maksimal 300 Mbps.
  • Bluetooth standar: perangkat yang paling sering kita temui di gadget seperti HandPhone maupun perangkat elektronik lainnya, memiliki kecepatan transfer maksimal hanya 3 Mbps.
  • Bluetooth 3.0: generasi penerus dari bluetooth standar di atas, teknologi ini memungkinkan transfer data hingga 24 Mbps.
  • Wigig: teknologi Wi-Fi hasil persilangan dua pengembang teknologi Wireless yaitu Wireless Gigabit Alliance dengan Wi-Fi Alliance.
  • Wireless USB: memiliki kecepatan transfer hingga 110 Mbps dalam radius 10 meter, dan pada radius 3 meter, kecepatannya meningkat hingga 4 kali lipat, yaitu menjadi 480 Mbps.
  • Wireless HD: Teknologi ini khusus bagi pecinta film atau penggemar video berdefinisi tinggi (High Definition), pada jarak 10 meter, kecepatan transfernya hingga 4 Gbps, namun menurut teori kecepatan transfernya justru bisa menembus 25 Gbps.
  • Zigbee: teknologi standar wireless yang dikatakan paling hemat daya (listrik) karena hanya mampu menghandle transfer data dengan kapasitas kecil saja, namun teknologi ini memiliki keunggulan, yaitu dapat menyampaikan respon suatu instruksi dengan cepat, contohnya pada remote control.
Setelah memmperkenalkan jenis-jenis teknologi wireless, selanjutnya saya akan mencoba menjelaskan dua aplikasi teknologi yang menggunakan wireless, yaitu mouse wireless dan charger wireless.
  1. Mouse Wireless
  2. Mungkin sebagian besar diantara kalian sudah banyak yang tahu atau bahkan sudah menggunakan alat wireless yang satu ini. Di era globalisasi yang semakin berkembang, manusia dituntut untuk lebih kreatif untuk menemukan inovasi baru. Mouse wireless ini jauh lebih praktis dibanding mouse optic ataupun mouse trackball. dikarenakan mouse optic masih menggunakan kabel sebagai media penyaluran arus listrik dan pengiriman sensor mouse. Apabila kabel putus, maka yang terjadi adalah mouse tidak bisa nyala dan mengirim sensor. Mouse wireless mempunyai cara kerja yang cukup canggih. Mouse ini cukup menggunakan baterai yang banyak beredar di pasaran. Dengan adanya mouse wireless otomatis persediaan kabel di dunia ini bisa dihemat.

  3. Charger tanpa kabel (wireless charger)
  4. Charger multifungsi memiliki kemampuan pengisian yang cepat untuk beberapa perangkat elektronik sekaligus. Dari artikel yang saya baca, charger ini dikembangkan dengan sistem wireless recharging system tercepat yang memanfaatkan teknologi magnet (magnetic technology). Teknologi ini mampu mengirimkan arus listrik melalui medan magnet antara wireless charger dengan electronic device seperti seluler, mp3 player, dll. Charger tanpa kabel ini mampu mengisi batere (charging) beberapa perangkat elektronik sekaligus, seperti handphone, kamera digital, laptop secara bersamaan dengan kemampuan pengisian 150x lebih cepat daripada charger-charger biasa.
    Saktinya lagi, selain bisa mengirimkan arus listrik untuk pengisian baterai secara nirkabel dalam jarang beberapa meter, wireless recharging system ini juga mampu menambah jangkauan pengisian baterainya dengan bantuan hotspots seperti layaknya wifi bekerja. Pihak pengembang alat ini menjelaskan bahwa mereka menggunakan metode resonansi magnetik (magnetic resonance method) yang menggunakan kumparan dana kapasitor untuk menciptakan resonansi magnetik antara perangkat elektronik dengan sumber listrik.

    Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Untuk melihat artikel lengkapnya, silahkan kunjungi link-link di bawah ini.
    http://lafalofe.blogspot.com/2010/05/jenis-teknologi-wireless.html
    http://irwan.net/wireless-charger-super-cepat-pertama-di-dunia/
    http://reloadedcopyright.wordpress.com/hardware/mouse-wireless-nirkabel-dan-mouse-laser-pengganti-mouse-optik-dan-track-ball-pada-pc/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

komentar